E-mail: ukm.kommust@gmail.com
Facebook: Kommust Organizer
Instagram: @ukmkommust
Twitter: @kommust
Soundcloud: UKM KOMMUST

Memakan Waktu Dua Tahun, Akhirnya SLAVEGOD Melahirkan “DISBELIEF” Sebagai EP Ke-2


Editor: UKM KOMMUST | 20/05/2020 05.30 WITA


SLAVEGOD adalah band berasal dari Kota Malang-Jawa Timur, yang terbentuk pada pertengahan 2013. Band yang digawangi oleh 4 personil, terdiri dari Fiki Muhammad Yusuf (Gitar), Erik Christianto (Vokal), Baharudin Putra (Drum), dan Eric Purwanto (Bass). Pemilihan nama Slavegod yang jika diartikan di google translate berarti "Budak Dewa", dipilih karena spontanitas saja. Selain itu nama Slavegod kami pikir mudah di ingat karena hanya terdiri dari dua kata dan bisa dibaca sekaligus satu kata.

SLAVEGOD baru saja mengeluarkan Extended Play (EP), yang diberi judul DISBELIEF. Dalam EP tersebut terdapat 8 lagu bertemakan keresahan, perlawanan, serta kritik atas ketidakadilan yang terjadi disekitar. Dan berikut adalah ulasan lengkap mengenai DISBELIEF oleh mereka:
DISBELIEF:
tentang hal-hal yang tak kita pahami
ada hal-hal yang tak bisa kita pahami, seperti:
mengapa kita harus menghabiskan waktu sepanjang hari dengan segala kebencian dan kemarahan untuk menjalankan kewajiban yang distrukturkan untuk sebuah penyembahan pada berhala artifisial? mengapa kita begitu terikat pada definisi bahagia yang begitu kaku? mengapa kita tak melepaskan diri saja dalam kebahagiaan, dengan merasakannya --- bukan dengan jungkir balik menafsirkan dari ejaan yang mendogma apapun maknanya?

ada hal-hal yang tak bisa kita pahami, seperti:
mengapa semakin maju dan modern zaman kematian semakin kehilangan citra dirinya yang menakutkan dan berubah menjadi sebuah sarana pencapaian tujuan yang suci? apakah mungkin nafsu penghancuran diri ini muncul dalam aura spiritual sebuah ibadah? jika bukan, apakah mungkin opini problematik ini dibidani oleh internet, pusatnya ilmu pengetahuan & budaya kemanusiaan?

ada hal-hal yang tak bisa kita pahami, seperti:
mengapa kita perlu memikirkan orang-orang yang dihilangkan oleh negara? mengapa kita tak bisa menghapus ingatan tentang para korban perkosaan yang tak didengar haknya? mengapa kita mesti repot memikirkan banyak hal yang begitu jauh dari orang-orang yang bahkan tak kita ketahui namanya? kecuali ini pada akhirnya sedikit saya mengerti, yang terjadi pada mereka bisa dengan tanpa aba-aba terjadi di rumah kita. dan mereka adalah orang-orang yang tak bersalah. dan mereka tak boleh kalah.

ada hal-hal yang tak bisa kita pahami seperti:
mengapa saya tak bisa duduk diam dan menjalani hidup yang aman dan nyaman, tanpa perlu memikirkan kekeliruan yang terjadi di luar rumah?
Kita tak pernah bisa menulis tentang apa yabenar-benar kita ingin tulis. Kita ingin menulis tentang semesta, tentang gunung dan laut, tentang senja dan asmara yang lugu. Akan tetapi, pada akhirnya kita menulis semua omong-kosong ini.
Adalah tugas kita para pecundang, penyair, wartawan, penulis, dan siapa pun yang bisa berbahasa untuk menemukan makna dari semua omong-kosong ini. Kita cukup delusional untuk percaya bahwa prosa dan musik adalah cara untuk mengingat kebenaran dan keindahan.

Bahasa adalah virus. Berpikir adalah penyakit, dan cacatlah yang membuat kita menjadi indah.


Kata pengantar EP Disbelief:
 

Tidak banyak yang bisa kami sampaikan selain ucapan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung terwujudnya EP Disbelief ini. akhirnya bisa juga pamer, setelah malam-malam yang terbuang sia-sia di internet serta ratusan kilometer perjalanan dengan kuda besi menuju berbagai tempat disela-sela rutin untuk mengusahakan segala sesuatu yang harus diselesaikan setiap harinya. semua yang tertuang dan terekam di EP ini hanyalah omong-kosong keresahan kami tentang apa yang kita lihat dan dengar di sekitar. terimakasih kepada semua kolega, dan juga untuk kamu. Jika ditanya bagaimana perasaan kami, sebetulnya sampai saat ini kami belum mampu menyusun ungkapan yang pas untuk menggambarkan bagaimana perasaan kami saat memulai SLAVEGOD, selain getir. Saat harus menelan kenyataan bahwa kami mungkin memang naif serta tak tahu diri kala memberanikan diri untuk meminta orang lain mendengar lagu-lagu kami.






0 comments:

LATEST VIDEO